Pedagogi dan Andragogi

No.
Andragogi
Pedagogi
1.
Pembelajar disebut “peserta didik”/ “warga didik”
Pembelajar disebut “siswa”/ “naka didik”
2.
Gaya belajar independen
Gaya belajar dependen
3.
Tujuan fleksibel
Tujuan ditentukan sebelumnya
4.
Metode pelatihan aktif
Metode pelatihan pasif, seperti metode ceramah
5.
Pembelajaran mengontrol waktu dan kecepatan
Guru mengontrol waktu dan kecepatan
6.
Berpusat pada masalah kehidupan nyata
Berpusat pada isu dan pengetahuan teoritis
7.
Keterlibatan dan kontribusi peserta sangat penting
Peserta berkontribusi sedikit pada pengalaman
8.
Diasumsikan peserta didik memiliki pengalaman untuk berkontribusi
Diasumsikan siswa tidak berpengalaman dan kurang informasi
9.
Peserta dianggap sebagai sumberdaya utama untuk ide-ide dan contoh-contoh
Guru sebagai sumber utama yang memberikan ide-ide dan contoh

Malcolm S. Knowles secara lebih rinci menyajikan asumsi dan proses pedadogi untuk dibedakan dengan andragogi.

No.

Asumsi Pedagogi
Asumsi Andragogi
1.
Konsep Diri
Ketergangguan
Kemandirian
2.
Pengalaman
Berharga Kecil
Pelajar sumber daya yang kaya untuk belajar
3.
Kesiapan
Tugas perkembangan: tekanan sosial
Tugas perkembangan: peran sosial
4.
Perspektif waktu
Aplikasi ditunda
Kecepatan aplikasi
5.
Orientasi untuk Belajar
Berpusat pada substansi mata pelajaran
Berpusat pada masalah
6.
Iklim Belajar
Berorientasi otoritas, resmi dan kompetetif.
Mutualitas, kolaborasi, rasa hormat dan informal.
7.
Perencanaan
Oleh guru
Reksa(mutual) diagnosis diri
8.
Perumusan Tujuan
Oleh guru
Reksa negosiasi
9.
Desain
Logika materi pelajaran, unit konten
Diurutkan dalam hal kesiapan unit masalah
10.
Kegiatan
Teknik pelayanan
Teknik pengalaman/penyelidikan
11.
Evaluasi
Oleh guru
Reksa diagnosis-kebuthan dan reksa program pengukuran

Tentang Psikologi Pendidikan

Psikologi Pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang menkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan.
Menurut William James, eksperimen psikologi di laboratorium sering kali tidak bisa menjelaskan bagaimana cara mengajar secara efektif. Dia menegaskan pentingnya mempelajari proses belajar dan mengajar di kelas guna meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu rekomendasinya adalah mulai mengajar pada titik yang lebih tinggi di atas tingkat pengetahuan dan pemahaman anak untuk memperluas cakrawala pemikiran anak.
Menurut ide-ide John Dewey, pertama, anak sebagai pembelajar yang aktif. Kedua, ia mengatakan pendidikan seharusnya difokuskan kepada anak secara keseluruhan dan memperkuat kemampuan anak untuk beradaptasi pada lingkungannya. Ketiga, semua anak berhak mendapat pendidikan selayaknya.
Menurut E.L. Thorndike, salah satu tugas oendidikan di sekola yang paling penting adalah menanamkan keahlian penalaran anak-anak.
Cara Mengajar yang Efektif
1. pengetahuan dan keahlian professional
Prinsip konstruktivisme adalah inti dari filsafat pendidikan William James dan John Dewey. Kostruktivisme adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan agar individu secara aktif membangun pemahaman dan pengetahuan.
2. komitmen dan motivasi
Riset dalam psikologi pendidikan
Riset Ilmiah adalah riset objektif, sistematis, dan dapat diuji. Riset Ilmiah dilandasi dengan metode ilmiah. Metode Ilmiah adalah sebuah pendekatan yang dapat dipakai untuk menemukan informasi yang akurat. Pendekatan ini terdiri dari beberapa langkah:
-          Merumuskan masalah
-          Mengumpulkan data
-          Menarik kesimpulan
-          Merevisi kesimpulan
-          Teori riset
Teori adalah seperangkat ide yang saling berkaitan dan koheren yang berfungsi menjelaskan dan membuat prediksi. Dengan teori riset kemudian bisa dirumuskan hipotesis, yakni asumsi dan prediksi spesifik yang dapat diuji untuk mengetahui apakah teori itu benar atau tidak.
Metode Riset
Ada tiga metode dasar yang dipakai untuk mengumpulkan informasi dalam psikologi pendidikan, yaitu deskriptif, korelasional dan eksperimental.
1. Riset Deskriptif. Riset ini bertujuan untuk mengamati dan mencatat perilaku. Observasi ilmiah dilakukan secara sistematis. Observasi ini membutuhkan pengetahuan mengenai apa yang anda amati. Cara yang umum untuk mencatat observasi adalah menuliskannya dengan menggunakan simbol atau ringkasan-ringkasan. Selain itu, tape recorder, kamera, video, lembaran pengkodean spesifik, cermin satu arah, dan komputer kini makin banyak dipakai untuk menjadikan observasi yang akurat, lebih bisa diandalkan dan lebih efisien.
Laboratorium adalah tempat terkendali di mana banyak faktor yang kompleks dari dunia riil dihilangkan.
Dalam observasi alamiah, observasi di luar laboratorium atau di dunia nyata
Observasi partisipan, observasi di mana peneliti ikut terlibat aktif sebagai partisipan dalam aktivitas atau setting.
Wawancara dan kuesionerterkadang merupakan cara paling baik dan paling cepat untuk memperoleh informasi dari guru dan murid.
Tes Standar- Tes dengan prosedur administrasi dan penilaian yang seragam. Tes ini menilai kinerja murid di domain yang berbeda-beda dan bisa untuk membandingkan kinerja murid dengan murid lainnya yang berusia sama atau tingkat yang sama di tingkat nasional.
Studi Kasus- kajian mendalam terhadap seorang individu.
Studi etnografik- Deskripsi mendalam dan interpretasi atas perilaku dalam suatu etnis atau kelompok kultural yang melibatkan keterlibatann langsung dengan partisipan.
2. Riset Korelasional. Tujuan riset ini adalah mendeskripsikan kekuatan hubungan antara dua atau lebih kejadian atau karakteristik. Riset korelasional itu berguna krena semakin kuat dua hubungan antara dua peristiwa, maka kita bisa memprediksi satu kejadian secara lebih efektif.
3. Riset Eksperimental. Dengan riset ini ahli psikologi pendidikan bisa menentukan sebab-sebab perilaku. Sebab adalah suatu kejadian yang dimanipulasi. Akibat/efek adalah perilaku yang berubah karena dimanipulasi. Riset eksperimental adalah satu-satunya metode yang andal untuk menentukan hubungan sebab dan akibat.
Eksperimen menggunakan paling tidak satu variable independen dan satu variable dependen. Variable independen adalah famtor yang dimanipulasi. Variable depended adalah faktor yang diukur dalam sebuah eksperimen.
Kelompok eksperimetal adalah sebuah kelompok yang pengalamannya dimanipulasi. Kelompok kontrol adalah kelompok yang pengalamannya diperlakukan sama dengan kelompok eksperimental kecuali dalam hal-hal yang dimanipulasi.
Prinsip lainnya dari riset eksperimental adalah penetapan acak.
Rentang Waktu Riset
Riset cross-sectional- Riset di mana data dikumpulkan dalam satu waktu
Riset longitudinal- Riset di mana individu yang sama diperlajari selama kurun waktu tertentu, biasanya beberapa tahun atau lebih.
Riset Evaluasi Program, Aksi dan Guru-sebagai-Periset
Riset evaluasi program – Riset yang didesain untuk membuat keputusan tentang efektivitas program tertentu.
Riset Aksi- Riset yang dipakai untuk memecahkan problem sekolah atau kelas tertentu, meningkatkan pengajaran dan strategi pendidikan lainnya, atau untuk membuat keputusan di level tertentu.
Guru-sebagai-periset- konsep yang mentakan bahwa guru kelas dapat melakukan riset sendiri untuk meningkatkan mutu praktik pengajaran mereka.

Periset psikologi pendidikan mengakui bahwa sejumlah masalah etika harus dipertimbangkan sebelum menjalankan riset. Kepentingan partisipan tetap harus diutamakan. Setiap usaha harus memperhatikan kesetaraan gender, etnis dan kultur dan perhatian khusus ke ethnic gloss.

Psikologi Pendidikan VS Psikologi Sekolah

Apa perbedaan psikologi pendidikan dan psikologi sekolah?

Psikologi Pendidikan
Psikologi Sekolah
Psikologi pendidikan adalah sebuah pengetahuan berdasarkan riset psikologis yang menyediakan serangkaian sumber-sumber untuk membantu anda melaksanakan tugas-tugas seorang guru dalam proses belajar mengajar secara efektif.

Psikologi pendidikan mempelajari bagaimana anak-anak belajar, mengingat dan berpikir dan bagaimana mereka mengembangkan mental selama proses pembelajaran. Anak-anak yang diamati dalam berbagai lingkungan seperti ketika mereka bekerja secara individu atau bagaimana mereka berinteraksi dalam kelompok. Psikologi pendidikan berkaitan dengan bagaimana siswa belajar dan berkembang, sering berfokus pada sub kelompok seperti bakat anak-anak dan mereka yang khusus khusus penyandang cacat.

Psikologi Pendidikan juga studi manusia serta perkembangan belajar sehingga dapat menciptakan materi pendidikan yang sesuai dengan usia dan program berdasarkan pengamatan serta terlibat dalam pengembangan program untuk anak-anak dan juga menentukan kualifikasi bagi individu yang bercita-cita untuk menjadi guru.


Perhatikan bahwa Psikolog pendidikan tidak boleh disamakan dengan konselor sekolah atau psikolog sekolah, yang membantu siswa satu-satu. Psikolog pendidikan umumnya bekerja di sekolah-sekolah, universitas, bisnis, industri, pusat belajar dan pengaturan pembangunan manusia. Psikolog pendidikan membantu dengan mendiagnosis dan memberikan alat untuk mengobati, membantu atau berurusan dengan perilaku atau tantangan.


Psikologi Sekolah adalah bidang yang menerapkan prinsip-prinsip psikologi klinis dan psikologi pendidikan dengan diagnosa dan pengobatan anak-anak dan 'remaja perilaku dan masalah belajar. Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak.

Psikologi sekolah dapat melakukan penilaian psikologis dan memberikan bimbingan dan konseling baik untuk anak dan keluarga anak. psikolog sekolah yang dididik di psikologi, dan perkembangan anak remaja , anak dan psikopatologi remaja, pendidikan, keluarga dan pengasuhan praktek, belajar teori , dan teori kepribadian . Mereka memiliki pengetahuan tentang instruksi yang efektif dan sekolah yang efektif.

Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Pelajar yang tidak biasa(exceptional) adalah anak-anak yang mengalami gangguan atau keterbatasan dan anak-anak yang berbakat.
Siapakah anak yang menderita ketidakmampuan?
Ketidakmampuan(disability) dan cacat(handicap) merupakan istilah yang dapat dipakai bersama-sama, tetapi mengandung makna yang berbeda. Disability adalah keterbatasan atau ketidakmampuan personal yang membatasi pelaksanaan fungsi seseorang. Handicap adalah kondisi yang dihubungkan dengan orang yang menderita ketidakmampuan.
Para pendidik lebih sering menggunakan istilah “children with disabilities” (anak-anak yang menderita gangguan/ketidakmampuan) dibandingkan dengan istilah “disabled children” (anak tidak mampu/cacat). Tujuannya adalah untuk menekankan pada anaknya bukan pada ketidakmampuannya. Anak-anak yang menderita ketidakmampuan tidak lagi disebut sebagai “handicapped”, walaupun handicapping condition masih digunakan untuk mendeskripsikan hambatan belajar dan fungsi dari seseorang yang mengalami ketidakmampuan. Misalnya anak-anak yang menggunakan kursi roda tidak memiliki akses yang memadai  untuk ke kamar mandi atau transportasi, disebut sebagai handicapping condition.
Ketidakmampuan dan gangguan dikelompokkan sebagai berikut:
-          Gangguan organ indera
-          Gangguan fisik
-          Gangguan bicara dan bahasa
-          Gangguan belajar(learning disorder)
-          Attention deficit hyperactivity disorder
-          Gangguan emosional dan perilaku
Gangguan Indera
1. Gangguan Penglihatan/Tunanetra
a. kebanyakan dianjurkan memakai kacamata karena low vision.
b. buta secara edukasional/”educationally blind”
2. Gangguan Pendengaran/Tunarunggu
Anak-anak yang tuli secara lahir atau menderita tuli saat anak-anak biasanya lemah dalam kemampuan berbicara dan bahasa.
Masalah pendengaran memiliki dua pendekatan:
a. pendekatan oral antara lain menggunakan gerak bibir, speech reading dan sejenisnya
b. pendekatan manual adalah seperti bahasa isyarat dan mengeja jari.
Beberapa kemajuan medis dan teknologi dapat meningkatkan kemampuan belajar yang mengalami masalah pendengaran yaitu:
-          Pemasangan cochlear dengan prosedur pembedahan.
-          Menempatkan semacam alat di telinga
-          Sistem hearing aids dan amplifikasinya
-          Perangkat telekomunikasi, teletypewriter-telephone,dan radiomall
3. Gangguan Fisik
a. gangguan ortopedik- gangguan ortopedik biasanya berupa keterbatasan gerak atau kurang mampu mengontrol gerak karena ada masalah di otot, tulang, atau sendi.
b. cerebral palsy- gangguan yang berupa lemahnya koordinasi otot, tubuh sangat lemah dan goyah(shaking), atau bicaranya tidak jelas.
c. gangguan kejang-kejang(seizure)- Jenis yang kerap kali dijumpai adalah epilepsi, yaitu gangguan saraf yang biasanya ditandai dengan serangan terhadap sensorimotor atau kejang-kejang. Epilepsi muncul dalam beberapa bentuk berbeda. Bentuk yang paling umum adalah absent seizures, anak yang memiliki kejang-kejang dalam durasi singkat, tetapi bisa terjadi beberapa kali hingga ratusan kali dalam sehari. Bentuk epilepsy lainya adalah tonic-clonic. Anak akan kehilangan kesadaran dan menjadi kaku, gemetar dan bertingkah aneh. Bila parah, hal ini akan berlangsung selama tiga-empat menit.
d. Retardasi Mental- kondisi sebelum usia 18 tahun yang ditandai dengan rendahnya kecerdasan (biasanya nilai IQ dibawah 70) dan sulit beradaptasi pada lingkungan sehari-hari. Tipe retardasi mental:
Tipe retardasi mental
Rentang IQ
Persentase
Ringan
55-70
89
Moderate
40-54
6
Berat
25-39
4
Parah
<25
1
Akan tetapi, kategorisasi berdasarkan skala ini bukan prediktor yang sempurna. Dilakukan sistem klasifikasi baru yang dibagi berdasarkan level dukungan.
Intermittent
Dukungan diberikan “saat dibutuhkan”. Individu mungkin membutuhkan dukungan episodic atau dukungan jangka pendek selama transisi dalam kehidupannya. Dukungan ini mungkin diberikan dalam intesitas yang rendah atau tinggi.
Limited
Dukungan cukup intens dan relative konsisten dari waktu ke waktu. Dukungan dibatasi dengan waktu (time-limited) tetapi tidak diselingi jeda. Membutuhkan lebih sedikit staf dan biaya.
Extensive
Dukungan diberikan secara regular(misalnya setiap hari) setidaknya dalam beberapa setting dan tidak dibatasi waktu.
Pervasive
Dukungan yang diberikan secara terus menerus/konstan, sangat intens, dan diberikan pada hampir semua situasi. Bentuk dukungannya seumur hidup.
Bentuk yang paling umum dari retardasi mental adalah down syndrome. Down Syndrome- bentuk retardasi mental yang ditransmisikan secara genetic sebagai akibat adanya kromosom ekstra(kromosom ke-47).
Fragile X Syndrome- bentuk retardasi mental yang ditransmisikan secara genetik sebagai akibat dari kromoson X yang tidak normal.
Fetal alcohol syndrome- serangkaian ketidaknormalan, termasuk retardasi mental dan ketidaknormalan wajah, yang menimpa anak dari ibu yang suka minum minuman alkohol selama masa kehamilan.
4. Ganggu Bicara dan Bahasa
Sejumlah masalah problem bicara(seperti gangguan artikulasi, gangguan suara, dan gangguan kefasihan)  dan problem bahasa (kesulitan untuk menerima informasi dan bahasa ekspresif).
- gangguan artikulasi- problem dalam melafalkan suara secara benar.
- gangguan suara- gangguan dalam menghasilkan ucapan, yakni ucapan yang keras, kencang, terlalu keras terlalu tinggi, atau terlalu rendah nadanya.
- gangguan kefasihan- gangguan yang disebut sebagai gagap.
- gangguan bahasa- kerusakan signifikan dalam bahasa reseptif atau bahasa ekspresif anak. Gangguan ini mencakup tiga kesulitan yaitu: kesulitan menyusun pertanyaan untuk memperoleh informasi yang diharapkan, kesulitan memahami dan mengikuti perintah lisan, kesulitan mengikuti percakapan, terutama ketika percakapan itu berlangsung cepat dan kompleks.
- bahasa reseptif- resepsi dan pemahaman bahasa. Anak-anak yang menderita gangguan pada bahasa reseptif akan kesulitan menerima informasi yang menyebabkan anak kelihatan cuek atau bengong saja.
- bahasa ekspresif- kemampuan menggunakan bahasa untuk mengekspresikn pikiran dan berkomunikasi dengan orang lain. Ada beberapa ciri anak yang menderita gangguan bahasa ekspresif oral, yaitu:
1. mereka mungkin tampak malu dan menarik diri, dan punya problem dalam berinteraksi secara sosial.
2. mereka mungkin menunda memberi jawaban
3. mereka mungkin kesulitan menemukan kata yang tepat.
4. pemikiran mereka mungkin ruwet dan tidak tertata, sehingga memusingkan pendengarnya.
5. mereka mungkin menghilangkan bagian integral dari suatu kalimat atau informasi yang dibutuhkan untuk pemahaman.
5. Gangguan Belajar(learning disability)
Anak-anak yang yang menderita gangguan belajar: (1) punya kecerdasan normal atau di atas normal; (2) kesulitan dalam setidaknya satu mata pelajaran atau, biasanya beberapa mata pelajaran; dan (3) tidak memiliki problem atau gangguan lain, seperti retardasi mental, yang menyebabkan kesulitan.
Dyslexia- kerusakan berat dalam kemampuan membaca dan mengeja.
Tingkat gangguan belajar anak-anak sangat bervariasi. Meningkatkan kemampuan anak yang mengalami masalah dalam belajar ini adalah tugas sulit dan umumnya membutuhkan intervensi intensif agar mereka mampu memberikan hasil yang baik.
Identifikasi. Pertama, diagnosis anak-anak yang mengalami gangguan belajar, terutama dalam bentuk ringan sangat sulit.
Strategi Intervensi. Banyak intervensi difokuskan pada upaya meningkatkan kemampuan membaca si anak.
Berikut adalah teaching strategies dengan anak yang memiliki gangguan belajar.
1. Perhatikan kebutuhan anak penderita gangguan belajar saat memberi pembelajaran.
2. Sediakan akomodasi untuk ujian dan penugasan
3. Buat modifikasi. Misalnya anak-anak yang lain harus memberikan laporan tertulis sedangkan anak yang berkebutuhan khusus boleh memberikan laporan secara lisan.
4. Tingkatkan keterampilan organisasional dan belajar.
5. Ajarkan keterampilan membaca dan menulis.

Attention Deficit Hyperactivity Disorder
Attention Deficit Hyperacitivity Disorder(ADHD) adalah ketidakmampuan dimana anak secara konsisten menunjukkan satu atau lebih ciri-ciri berikut: (1) kurang perhatian; (2) hiperaktif: dan (3) impulsif.
Gangguan Perilaku dan Emosional adalah masalah serius dan terus-menerus berkaitan dengan hubungan agresi, depresi dan ketakutan yang berkaitan dengan persoalan pribadi atau sekolah, dan juga berhubungan dengan karakteristik sosio-emosional.
-          Perilaku Agresif di luar kontrol. Anak-anak yang digolongkan yang memiliki gangguan emosional serius dan melakukan tindakan yang mengganggu, agresif, membangkang, atau membahayakan, biasanya akan dikeluarkan dari sekolah.
-          Depresi, kecemasan dan ketakutan. Depresi adalah jenis gangguan mood di mana pengidapnya merasa dirinya tidak berharga sama sekali
Isu Pendidikan yang Berkaitan dengan anak yang menderita ketidakmampuan
Ketentuan hukum telah menyatakan bahwa sekolah harus melayani semua anak yang mengalami gangguan.
Aspek Hukum
Pada pertengahan 1960-an dan 1070-an, anggota dewan perwakilan, pengadilan federal dan kongres AS mengakui hak anak yang menderita gangguan untuk mendapatkan pendidikan khusus. Sebelum masa itu, banyak anak-anak yang menderita gangguan tidak diperbolehkan untuk masuk sekolah dan tidak dilayani semestinya. Pada 1975, Kongres mengesahkan Public Law 94-142, Education for All Handicaped Children Act, yang mensyaratkan agar semua murid dengan ketidakmampuan ini diberi pendidikan tepat dan gratis.
Individual with Disabilities Education Act(IDEA)- pada 1990, Public Law 94-142 diganti menjadi IDEA. IDEA menetapkan mandate luas untuk pelayanan bagi semua anak penderita ketidakmampuan. Mandat ini mencakup evaluasi dan determinasi eligibilitas, pendidikan yang tepat dan rancangan pendidikan yang disesuaikan dengan setiap anak (Individualizeed Education Plan(IEP)) dan pendidikan dalam Lingkungan yang tak terlampau ketat (Education in the Least Restrictive Envrionment(LRE)).
IEP adalah pernyataan tertulis yang menatakan sebuah program yang disusun untuk anak yang menderita ketidakmampuan. Secara umum, IEP harus: (1) sesuai dengan kemampuan belajar anak; (2) disusun khusus untuk memenuhi kebutuhan individual anak, tidak sekedar menyalin apa-apa yang sudah diberikan kepada anak lain; dan (3) didesain untuk memberikan manfaat pendidikan.
LRE adalah sebuah setting yang semirip mungkin dengan setting tempat mendidik anak yang tidak menderita ketidakmampuan.
Penempatan dan Pelayanan
Anak penderita ketidakmampuan dapat ditempatkan di berbagai setting, dan serangkaian pelayanan dapat dipakai untuk meningkatkan pendidikan mereka.
Penempatan anak dengan ketidakmampuan ini disusun dari tempat yang kurang restriktif sampai ke yang paling restriktif:
-          Kelas regular dengan dukungan pengajaran tambahan di kelas regular
-          Sebagaian waktu dihabiskan di ruang sumber daya
-          Penempatan full-time dalam kelas pendidikan khusus
-          Sekolah khusus
-          Instruksi rumah
-          Instruksi di rumah sakit atau institusi lain
Pelayanan untuk anak dapat disediakan oleh guru kelas regular, guru sumber daya, guru pendidikan khusus, konsultan kolaboratif, professional lain, atau tim interaktif.
Anak-anak Berbakat
Anak dengan kecerdasan di atas rata-rata (biasanya didefinisikan memiliki IQ 130 atau lebih) dan/atau punya bakat unggul di beberapa bidang seperti seni, music, atau matematika.
Karakteristik:
1. Dewasa lebih dini(precocity)
2. Belajar menuruti kemauan mereka sendiri.
3. Semangat untuk menguasai.
Mendidik anak-anak berbakat
Anak berbakat yang tidak merasa tertantang dapat menggangu, tidak naik kelas dan kehilangan semangat untuk berprestasi. Terkadang anak-anak ini suka pasif, apatis dan membolos terhadap sekolah.
Empat opsi program untuk anak berbakat adalah:
-          Kelas khusus- secara historis, ini adalah cara yang lazim untuk mendidik anak berbakat. Kelas khusus selama masa sekolah regular dinamakan program pull-out. Beberapa kelas khusus diselenggarakan setelah sekolah regular atau di masa liburan.
-          Akselerasi
-          Program mentor dan pelatihan
-          Kerja/studi dan/atau program pelayanan masyarakat

Program pengayaan adalah memberi murid kesempatan untuk mendapatkan pembelajaran yang tidak didapatkan di kurikulum umum.

Testimoni Perkuliahan pada Mata Kuliah Psikologi Pendidikan

Penulis telah berkuliah di Universitas Sumatera Utara di jurusan psikologi. Penulis memang menyukai hal-hal yang berbau psikologi. Menurut penulis, psikologi memiliki kajian yang sangat menarik dan sangat menyenangkan bila menjelajah dalam ilmu psikologi. Pada saat ini, penulis memasuki semester dua. Empat resume yang penulis lampirkan sebelum postingan ini merupakan tugas-tugas yang diwajibkan oleh mata kuliah psikologi pendidikan. Mata kuliah Psikologi Pendidikan merupakan mata kuliah yang wajib di semester ini. Selama mengikuti kelas ini, penulis merasa tertarik dengan bagaimana dosen-dosen menyampaikan materi. Pengumpulan tugas ke dalam blog juga merupakans salah satu hal yang saya senangi. Mengapa? Mahasiswa akan meringkas apa yang telah ia pelajari dan apa yang telah dosen-dosen ajarkan dan akhirnya, para mahasiswa akan membaca materi-materi tersebut. Yang kedua, tugas-tugas yang diberikan apa diperiksa oleh dosen dan jika terbukti plagiat, maka mahasiswa akan dikenakan sanksi. Para mahasiswa dituntut untuk bisa menulis dan belajar tidak hanya copy-paste. Yang ketiga, pada mata kuliah ini, para mahasiswa diberikan tugas untuk mengobservasi langsung ke lapangan. Materi-materi pelajaran yang telah dikaji secara tidak langsung diaplikasikan di lapangan. Sejauh ini, penulis merasa pelajaran-pelajaran dan tugas-tugas yang diberikan pada mata kuliah ini membantu penulis untuk memahami konsep-konsep dasar dari psikologi pendidikan.

Laporan Hasil Observasi "Manajemen Kelas pada SMK"

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Manajemen kelas merupakan aspek pendidikan yang sering dijadikan perhatian utama bagi calon guru, guru baru dan guru yang telah berpengalaman berkeinginan agar para peserta didik dapat belajar dengan optimal.
Penciptaan kelas yang nyaman merupakan kajian dari manajemen kelas. Manajemen kelas merupakan serangkaian perilaku guru dalam upayanya menciptakan dan memelihara kondisi kelas yag memungkinkan peserta didi untuk belajar dengan baik. Tugas guru adalah mampu menguasai kelas secara optimal agar ia dapat mengatur peserta didik. Jika guru tidak mampu mengelola kelas dengan baik, maka akan timbul permasalahan-permasalahan baik itu permasalahan yang sifatnya sementara dan tidak mengganggu, hingga ke permasalahan yang serius dan terus menerus.
Kelompok peneliti akan memilih SMK Telkom Sandhy Putra Medan. SMK tersebut dipilih karena kelompok menganggap sekolah tersebut tepat dan tidak jauh dari kampus peneliti-peneliti.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apakah manajemen kelas yang diobservasi terlaksanakan dengan baik?
2.      Apa yang dilakukan guru dalam mengelola kelas?
3.      Apakah terdapat variabel-variabel yang mempengaruhi menajemen kelas?

C.     TUJUAN OBSERVASI
1.      Untuk mengetahui proses manajemen kelas di sekolah.
2.      Untuk mengetahui teori belajar, motivasi, orientasi belajar, dan manajemen kelas.
3.      Untuk mengetahui sejauh mana manajemen kelas berperan dalam pembelajaran.


BAB II
PEMBAHASAN


A.    LANDASAN TEORI MANAJEMEN KELAS
Keterampilan mengelola kelas merupakan salah satu keterampilan dasar mengajar yang bertujuan untuk mewujudkan dan mempertahankan suasana pembelajaran yang optimal, artinya kemampuan ini erat hubungannya dengan kemampauan profesional guru untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan, menyenangkan peserta didik dan menciptakan disiplin belajar secara sehat.

Kondisi hasil pendidikan sangat dipengaruhi oleh berbagai komponen.Kedudukan dan peran guru sering dianggap sebagai komponen yang paling bertanggungjawab di dalam sistem pendidikan. Rochman Natawijaya mengutip pendapat C.E Beeby yang menonjol dua kelompok tentang faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan, yakni: faktor sosial, ekonomi, dan administratif di satu pihak dan pihak lain adalah faktor profesional (Beeby : 29, 35 dalam Natawijaya : 1991).

Guru memilki porsi terbesar dalam pemberian kontribusinya terhadap mutu pendidikan. Dengan demikian merupakan suatu hal yang mutlak bagi  setiap guru untuk memiliki kemampuan-kemapuan yang dituntut oleh profesinya tersebut. Sejalan dengan itu, menurut Nana Syaodih Sukmadinata (1998: 213) mengatakan bahwa: “Guru yang baik adalah guru yang berhasil dalam pengajaran. Guru yang berhasil dalam pengajaran adalah guru yang mampu mempersiapkan peserta didik mencapai tujuan yang telah dirumuskan dalam kurikulum. Untuk membawa peserta didik  mencapai tujuan-tujuan itu, guru perlu memiliki berbagai kemampuan atau klasifikasi profesional. Karena melalui kemampuan-kemampuan tersebut guru melaksanakan peranan-peranannya.”

Perlunya kemampuan mengelola kelas yang dimiliki oleh seorang guru karena pembelajaran adalah proses membantu siswa belajar, yang ditandai dengan perubahan perilaku baik dalam aspek kognitif maupun psikomotorik. (Sunaryo dan Nyoman, 1996: 75).

Sunaryo dan Nyoman Dantes (1996/a1997a:75) menyebutkan: “Dampak pembelajaran dapat dibedakan ke dalam dampak langsung atau dampak instruksional dan dampak tak langsung atau dampak kegiatan pembelajaran yang telah diprogramkan semula. Sedangkan dampak iringan muncul sebagai pengaruh dari atau terjadi sebagai pengalaman dari lingkungan belajar.”

Tampak jelas bahwa pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang tidak semata-mata memberikan dampak instruksional, tetapi juga memberikan dampak iringan positif.

B.     LOKASI DAN WAKTU OBESRVASI
Untuk tugas Psikologi Pendidikan kali ini, kelompok kami mendapat bagian mengobservasi sekolah menengah kejuruan.Lokasi yang kami ambil untuk melakukan observasi adalah Sekolah Menengah Kejuruan Telkomsel Sandy Putra Medan, atau biasa disingkat SMK Telkom Sandhy Putra.Sekolah tersebut terletak di Jalan Jamin Ginting Nomor 9c, Simpang Selayang, Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara.

SMK Telkomsel Sandhy Putra Medan berpredikat sebagai sekolah yang bertaraf internasional dan berstandar ISO 9001. Sekolah menengah kejuruan ini dikatakan sebagai sekolah kejuruan terbaik yang berada di Medan atau digolongkan sebagai sekolah terbaik di Indonesia karena akreditasi sekolah ini sudah mencapai A. Dalam menerapkan sistem pembelajaran, sekolah ini mengikuti kurikulum yang ditentukan oleh pemerintah yakni kurikulum 2013.

Terdapat empat jurusan kelas pada Sekolah Menengah Kejuruan Sandhy Putra Medan, yakni: Multimedia, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), dan Teknik Akses. Jurusan yang paling diminati di sekolah ini adalah Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Kemudian agar dapat bersekolah di SMK tersebut, terdapat beberapa jalur masuk.Jalur masuk yang pertama adalah melalui Tes Mandiri.Kemudian ada pula JPA Akademik, jalur masuk ini melalui nilai-nilai raport akademik calon siswa.Yang ketiga adalah jalur masuk dengan Tes Tulis. Serta jalur yang terakhir melalui try out, SMK ini kerap kali mengadakan try out ke sekolah-sekolah, apabila ada calon siswa yang hasil try out-nya memenuhi syarat, maka jika calon siswa itu ingin mendaftar  ke SMK Sandhy Putra Medan dia tidak perlu mengikuti tes kembali.

Kami mengobservasi sekolah tersebut pada hari Sabtu, 1 April 2017. Lama waktu yang kami lakukan untuk melakukan observasi adalah 4 jam, dimulai dari pukul 08.30 hingga pukul 11.30 Waktu Indonesia Barat. Dikarenakan jumlah seluruh anggota kelompok yang tidak memungkinkan untuk mengobservasi satu kelas, anggota kami dibagi menjadi dua sub-kelompok dan mengobsevasi dua kelas dengan jurusan yang berbeda.Dua kelas yang kami observasi adalah kelas sepuluh/ satu SMK berjurusan Rekayasa Perangkat Lunak dan Teknik Komputer dan Jaringan.

C.     SUBJEK PENELITIAN
Subjek penelitian untuk tugas Psikologi Pendidikan mengobservasi manajemen kelas tak lain ialah siswa, siswi, beserta guru yang mengampu pelajaran di                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sekolah Menengah Kejuruan Telkomsel Sandhy Putra Medan. Di sekolah tersebut, kami dibagi untukmengobservasi dua kelas karena jumlah anggota yang terlalu banyak untuk mengobservasi satu kelas. Hal tersebut ditakutkan akan mengganggu konsentrasi belajar para peserta didik.

Kelas pertama yang diobservasi oleh empat orang anggota kami adalah kelas 10 jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).Sedang kelas yang kedua, diobservasi oleh tiga orang anggota kelompok lainnya, adalah kelas 10 jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

D.    OBJEK PENELITIAN
Objek yang diteliti dari siswa-siswi dan juga guru adalah manajemen kelas pada Sekolah Menengah Kejuruan Telkomsel Sandhy Putra Medan. Manajemen kelas tersebut dapat dilihat dari bagaimana suasana ruang kelas untuk belajar, metode yang digunakan oleh guru-guru untuk pembelajaran, stimulus motivasi belajar yang diberikan guru, media yang digunakan dalam pembelajaran, serta bagaimana reaksi siswa dan sisiwi di sana dalam mengikuti proses belajar-mengajar.

E.     VARIABEL OBJEK
Dari observasi yang dilakukan oleh kelompok kami mengenai manajemen kelas Sekolah Menegah Kejuruan Telkomsel Sandhy Putra Medan, maka dapat variabel yang dapat diambil ialah:

1.      Variabel Bebas
Variabel bebas dari observasi tersebut adalah suasana ruang belajar, metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru, stimulus motivasi belajar dari guru, media yang digunakan dalam pembelajaran.

2.      Variabel Terikat
Variabel terikat pada observasi ini adalah respon atau siswa terhadap proses belajar mengajar, apakah peserta didik merespon kegiatan belajar mengajar dengan antusias sehingga mengalami peningkatan prestasi dan nilai. Atau justru peserta didik tidak terlihat antusias dalam mengikuti pembelajaran dan dapat menyebabkan penurunan prestasi dan nilai pada peserta didik.

F.      MANFAAT OBSERVASI
Manfaat yang bisa didapat dari melakukan observasi manajemen kelas pada Sekolah Menengah Kejuruan Telkomsel Sandhy Putra Medan adalah untuk mengetahui bagaimana suatu isntansi sekolah melakukan manajemen terhadap kelas yang mereka ampu.
Manajemen kelas sangat berguna dalam membangun proses belajar-mengajar yang baik antara peserta didik dan pengajar. Apabila manajemen kelas dilakukan dengan baik, maka hal tersebut dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar serta juga meningkatkan prestasi dan nilai-nilai belajar.

Observasi ini juga sangat membantu dalam memperbaiki manajemen kelas yang kurang terorganisir dengan baik, sehingga instansi sekolah dapat mengoptimalkan manajemen kelas untuk peningkatan proses belajar-mengajar.

G.    TEKNIK PENGUMPULAN DATA 
Teknik yang dilakukan dalam mengumpulkan data adalah melalui observasi. Kelompok kami mengobservasi bagaimana cara siswa-siswi dan guru di Sekolah Menengah Kejuruan Telkomsel Sandhy Putra Medan memanajemen kelas tersebut untuk proses belajar-mengajar. Tak luput mengobservasi bagaimana guru-guru yang mengampu pelajaran menyampaikan pelajarannya dan metode apa yang digunakan untuk menarik perhatian peserta didik dalam belajar. Kami juga mengamati reaksi-reaksi yang dilakukan para peserta didik saat melakukan proses belajar-mengajar.

Untuk melengkapi serta menambah informasi, teknik pengambilan data lainnya yang kelompok kami lakukan adalah dengan teknik wawancara. Kami mewawancarai tentang manajemen kelas melalui tiga sudut pandang, sudut pandang guru yang mengampu mata pelajaran, sudut pandang siswa yang duduk di depan, dan sudut pandang siswa yang duduk di belakang. 




BAB III
HASIL OBSERVASI

A.    HASIL OBSERVASI DAN WAWANCARA
Teknik dalam pengambilan data yang kami gunakan adalah teknik observasi serta wawancara. Observasi kami lakukan dengan mengamati langsung bagaimana suasana dan proses belajar-mengajar di ruang kelas SMK Sandhy Putra Medan. Subjek-subjek yang kami amati berada di dua kelas yang berbeda serta jurusan yang berbeda pula, yakni kelas 10 Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan 10 Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).
Kemudian teknik pengambilan data lainnya yang digunakan adalah teknik wawancara. Terdapat tiga subjek yang diwawancarai, masing-masing memiliki sudut pandang berbeda. Subjek-subjek yang diwawancarai adalah guru pengampu mata pelajaran, siswa yang duduk di bagian belakang, serta siswa yang duduk di bagian depan.

Dari hasil observasi dan wawancara tersebut, maka dapat diambil informasi mengenai manajemen kelas pada SMK Sandhy Putra Medan, sebagai berikut:
1.      Suasana Ruang Kelas
https://1.bp.blogspot.com/-h3w23yr7azE/WOo986QlgdI/AAAAAAAAAHE/cPgXeEFMCWMOCIc5NR9gHoXCDSo6kvBhQCLcB/s320/PANO_20170401_092117.jpg
Kelompok kami dibagi untuk mengamati dua ruang kelas yang berbeda. Pada kelas 10 Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), suasana ruang kelasnya cukup kondusif dan nyaman dengan ruang kelas yang cukup luas,jendela dan ventilasi yang memadai serta pencahayaan dari jendela yang terbuka dan lampu yang terdapat di dalam kelas tersebut. Di dalan kelas 10 RPL,terdapat 1 buah kipas angin besar yang terdapat pada bagian belakang kelas tetapi tidak digunakan.Kami juga melihat beberapa sapu dan kardus berada di sudut belakang kelas yg kurang tertata dengan rapi.
Suasana ruang kelas pada saat guru mengajar cukup tertib. Anak-anak belajar menggunakan infokus untuk melihat slide materi dari gurunya. Pada saat kami memasuki kelas,anak-anak sudah diberi tugas oleh gurunya untuk dikerjakan langsung pada saat itu juga. Ada yang benar-benar serius dalam mengerjakan, ada juga yang cukup santai dan tenang sembari mengobrol dengan teman sebangkunya. Setelah tugas dikumpulkan,barulah bapak guru tersebut mulai menjelaskan materi.
Jumpah siswa dalam kelas ini berjumlah 36 orang dengan laki-laku berjumlah 30 orang dan perempuan berjumlah 6 orang.Jumlah siswa di dalam kelas ini memamng di dominasi oleh anak laki-laki.

Sedang pada kelas 10 Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), suasana kelasnya cukup nyaman untuk proses belajar-mengajar. Suasana kelas tersebut sejuk, terdapat cukup banyak ventilasi udara yang terbuka, sehingga memungkinkan udara untuk masuk menyejukkan ruang kelas tersebut.

Pencahayaan di kelas 10 Teknik Komputer dan Jaringan pun sangat cerah, memudahkan peserta didik dalam membaca buku, tanpa harus menghidupkan lampu ruangan. Hal ini dikarenakan cahaya banyak masuk melalui jendela-jendela di ruangan kelas itu.Kelas tersebut pun menghadap ke luar halaman, memudahkan cahaya masuk tanpa terhalangi oleh tembok atau pohon-pohon.

Agar peserta didik merasa lebih nyaman dalam belajar-mengajar, kesejukan ruang kelas tidak hanya mengandalkan udara yang masuk melalui ventilasi.Kelas tersebut juga dilengkapi dua buah kipas angin besar.Namun, kipas yang dinyalakan hanya satu buah saja, sehingga terkadang peserta didik juga merasa gerah.

Jumlah siswa dalam kelas tersebut sebanyak 40 orang.Dengan murid laki-laki berjumlah 30 orang, dan murid perempuan hanya berjumlah 10 orang.Jumlah siswa di kelas ini tidaklah banyak sehingga membuat para siswa tidak perlu berdesakan untuk duduk, dan ruang kelas tidak terasa penuh karenanya.

Para peserta didik duduk  pada meja serta bangku sebanyak empat baris. Meja dan bangku yang digunakan siswa dalam belajar sangat nyaman digunakan. Meja-meja tiap siswa tidak bertekstur kasar, para siswa pun akan mudah dalam menulis menggunakan meja seperti itu. Bangku-bangku yang disediakan untuk peserta didik juga terbilang bangku yang bagus. Terdapat bantalan pada bangku-bangku tersebut juga pada sandarannya, hal ini akan membuat siswa-siswa nyaman mendudukinya dan memudahkan siswa dalam belajar.

Kelas tersebut pun dilengkapi beberapa alat-alat yang digunakan dalam proses belajar-mengajar seperti pengeras suara (speaker) untuk memberitahukan pengumuman, Proyektor Liquid Crystal Display (LCD) untuk menampilkan presentasi, juga papan tulis  putih yang menggunakan spidol agar siswa dapat melihat tulisan di depan dengan jelas.

2.      Sesi Pelajaran
Sesi Pembelajaran yang dilakukan pada tiap-tiap kelas, atau bahkan tiap hari berbeda.Satu mata pelajaran bisa terdiri dari dua, tiga, atau bahkan sampai empat sesi. Dalam satu hari, terdapat sekitar tiga sampai empat mata pelajaran yang dipelajari, akan tetapi jumlah sesinya bisa mencapai sepuluh sesi pelajaran. Untuk sesi terlama, yakni empat sesi, biasanya digunakan untuk praktik di laboratorium.Hal ini dikarenakan, materi praktik membutuhkan waktu yang lebih lama agar siswa dapat menguasai materi yang diberikan.

3.      Metode Pembelajaran
Di dua kelas yang kami amati memiliki metode pembelajaran yang perbeda. Guru pengampu pelajaran di kelas 10 Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), biasa menggunakan metode ceramah, metode tanya-jawab, kemudian juga terdapat metode diskusi.  Metode diskusi biasanya digunakan agar para peserta didik lebih belajar untuk bekerja sama. 

Kemudian pada kelas 10 Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), guru yang mengampu mata pelajarannya biasa menggunakan metode ceramah yang sesekali diselingi dengan pemberian contoh. Agar siswa dapat lebih mengerti, guru tersebut pun mengajak siswa untuk praktik membuat contoh lainnya di depan kelas.

Tidak hanya sampai sebatas itu, guru tersebut juga memberikan latihan soal kepada murid-murid lainnya, yang tidak berkesempatan maju ke depan kelas, untuk membuat contoh mereka sendiri dan ditulis pada buku latihan.

Meskipun di awal proses pembelajaran guru tersebut sudah memberikan contoh, ditambah contoh lainnya dari murid yang maju ke depan kelas, pada beberapa siswa masih ada yang belum memahami sepenuhnya materi yang disampaikan sebelumnya. Sehingga guru tersebut membantu siswa yang belum mengerti dengan cara mengecek satu per satu pekerjaan peserta didik. Guru tersebut memberikan pembetulan pada pekerjaan peserta didik yang salah. Guru tersebut juga menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari siswanya dalam mengerjakan latihan mereka. Cara ini dilakukan oleh guru tersebut dengan tujuan agar pemahaman materi yang disampaikan merata pada seluruh siswa, tidak hanya dipahami oleh beberapa siswa saja.

Sesekali guru akan menggunakan metode diskusi berkelompok. Guru akan mengelompokkan siswa yang lebih dalam pemahamannya mengenai materi yang disampaikan, dengan siswa yang kurang tanggap dalam proses belajar-mengajar. Hal ini dimaksudkan, agar siswa yang lebih menguasai membantu siswa lainnya yang kurang mengerti materi pelajaran. Jika ada kesulitan dalam diskusi kelompok tersebut, guru pun akan senantiasa membantu.   

Lalu, apabila guru tersebut berhalangan untuk hadir, cara yang dilakukan untuk mengatasi agar proses belajar-mengajar tetap berlangsung adalah dengan menghubungi staf untuk mengerjakan soal-soal di buku. Soal-soal yang diberikan tentunya materi yang sudah diajarkan, bukan materi baru, sehingga para siswa pun akan leluasa mengerjakan soal tersebut. Kemudian, cara lainnya untuk bisa mengatasi halangan hadir tersebut adalah dengan memberikan bahan materi pada siswa yang rumahnya dekat dengan guru, siswa tersebut bisa membagikan bahan untuk dipelajari siswa-siswa lainnya saat guru tidak dapat hadir.  

4.      Stimulus Motivasi yang Diberikan Guru
Cara guru pengampu pelajaran di dua kelas yang kami amati pun juga berbeda. Pada kelas 10 Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), guru tersebut menambah motivasi peserta didik dalam belajar dengan cara memberikan pekerjaan rumah (PR). Pemberian pekerjaan rumah tersebut dilakukan dengan tujuan agar peserta didik dapat lebih memahami materi pelajaran meskipun hanya sedikit. Pekerjaan rumah diharapkan menjadikan murid  dapat menyimpan materi pelajaran di otak dan dipahami dengan baik.

Sedang pada guru pengampu pelajaran di kelas 10 Teknik Komputer dan Jaringan, pemberian motivasi untuk meningkatkan semangat belajar siswa biasanya diberikan di awal pelajaran. Guru tersebut memotivasi siswa dengan cara bercerita mengenai orang-orang yang sukses dalam berusaha dan belajar mereka. Kemudian, guru juga memotivasi para siswa dengan mengingatkan peran orang tua. Guru tersebut akan bercerita mengenai jerih-payah yang dilakukan orang tua siswa agar mereka dapat menuntut ilmu, agar mereka dapat bersekolah. Guru mengingatkan sudah sepatutnya jerih-payah orang tua siswa dihargai dengan belajar yang giat dan memanajemen waktu yang baik.

Kemudian pemberian motivasi juga dilakukan oleh guru tersebut di tengah-tengah proses pembelajaran. Ketika siswa-siswa diberi kesempatan untuk maju ke depan menuliskan contoh, guru tersebut juga akan memuji hasil pekerjaan para siswa meskipun masih ada beberapa pekerjaan yang salah. Guru tersebut juga mengatakan kepada siswa-siswanya bahwa mereka pasti bisa untuk memahami materi pelajaran, asal mereka mempunyai niat untuk berusaha.

5.      Respon Para Siswa Selama Proses Belajar Mengajar
Pada kelas 10 Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) respon siswa selama proses belajar mengajar cukup baik. Pada les pertama dan kedua, saat guru mengajar dan sesekali melempar pertanyaan kepada siswa, beberapa orang cukup antusias mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan dari gurunya. Beberapa masih terlihat malu atau ragu sehingga gurunya sendiri yang menunjuk siapa yang akan menjawab pertanyaannya. Sebagian besar siswa menjawab dengan benar pertanyaan gurunya tersebut dan hanya 1 orang saja yang tidak bisa menjawab pertanyaan gurunya.
Para siswa juga memerhatikan dengan baik pelajaran yang disampaikan meskipun beberapa orang yang duduk pada bangku paling belakang terlihat sedang memainkan laptopnya ataupun sesekali mengobrol dengan teman sebangkunya.
Pada les ketiga, guru yang lain masuk dan memulai pelajaran bahasa inggris. Hal pertama yang dilakukan adalah mereka diminta untuk menyerahkan pekerjaan rumah (PR) mereka kedepan, para siswa langsung menyerahkan tugas tersebut dan langsung diperiksa oleh gurunya.Hal yang kedua adalah guru mengembalikan hasil ujian bahasa Inggris mereka minggu lalu. Satu per satu maju ke depan untuk mengambil hasil ujian mereka. Kami melihat beberapa respon yang berbeda seperti senang, bingung, sedih dan ada yang bersikap biasa saja setelah melihat nilai mereka.Beberapa orang anak pun terpaksa remedial karena nilai mereka tidak memenuhi standar.
Terakhir, guru pun memulai materinya tentang “Present Perfect Tense “ kepada murid-muridnya. Antusias yang cukup besar kami lihat dari anak-anak pada saat pembelajaran tersebut.Walaupun tetap saja ada beberapa orang yang terlihat tidak terlalu peduli dengan nateri dan penjelasan dari gurunya tersebut.

Kemudian pada kelas 10 Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), siswa-siswanya memerhatikan pelajaran yang disampaikan oleh guru secara saksama. Meskipun sesekali beberapa siswa yang duduk di bangku belakang bermain-main, tapi para siswa tersebut tetap memerhatikan penjelasan guru dengan baik tanpa bersuara dengan keras ataupun mengganggu penjelasan yang disampaikan guru.

Siswa-siswa tersebut juga mendengarkan apa yang disuruh oleh guru mereka dengan baik. Guru tersebut menyuruh sebagian siswa yang duduk di belakang memindahkan tempat duduk mereka untuk sementara, agar kami yang datang mengobservasi mereka dapat duduk dengan nyaman pula. Perintah tersebut langsung dilaksanakan oleh siswa-siswanya dengan baik, tanpa ada keluhan sedikitpun.

Hanya saja, beberapa siswa masih kurang antusias untuk berpartisipasi ketika guru mengajak siswanya untuk maju ke depan memberikan contoh. Beberapa siswa juga terlihat sesekali memainkan handphone (hp) juga laptop secara diam-diam, ketika guru masih menerangkan materi pelajaran.

Akan tetapi, para siswa terlihat antusias saat mengerjakan tugas latihan yang diberikan guru.Beberapa siswa yang belum memahami sepenuhnya materi pelajaran, nampak aktif untuk bertanya kepada guru.Seluruh siswa, bahkan yang duduk di bangku belakang sekalipun, aktif mengerjakan soal latihan mereka tanpa ada yang mengabaikan latihan dengan bermain-main.

Siswa-siswa di kelas tersebut juga memiliki karakter yang ramah, beretika, serta sopan dan santun. Tanpa harus disuruh atau diaba-abakan oleh guru, siswa-siswa tersebut langsung duduk, memerhatikan, dan mendengarkan dengan saksama orang yang berbicara di depan kelas.       

6.      Metode Penilaian oleh Guru
Guru pengampu mata pelajaran di kelas 10 Rekayasa Perangkat Lunka (RPL) biasanya menilai kinerja para siswa melalui nilai pengetahuan, maksudnya ialah dengan menilai bagaimana interaksi siswa dan guru dalam kelas. Kemudian guru juga menetapkan nilai berdasarkan tingkah laku para siswa, seperti bagaimana kesopanan dan kesantunan siswa di kelas maupun di sekolah.

Pada kelas 10 Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), guru pengampu pelajaran memberikan penilaian kinerja peserta didik dengan beberapa cara. Pertama adalah melalui aktivitas di ruang kelas seperti bagaimana peserta didik aktif dalam berpartisipasi maju ke depan, bertanya, berdiskusi, dan mengerjakan tugas. Peserta didik juga dinilai melalui keterampilan-keterampilan membuat kreasi mereka, sehingga penilaian tidak mutlak hanya berdasarkan ujian-ujian saja.

Aktivitas di ruang kelas tersendiri dinilai oleh guru tersebut sebagai suatu hal yang spontan dilakukan, yang tidak dapat ditiru oleh orang lain atau tidak bisa meniru orang lain. Jikalau hanya memberikan penilaian melalui pekerjaan rumah saja, maka pekerjaan tersebut masih dapat ditiru oleh yang lainnya. Akan tetapi, perilaku dan aktivitas para siswa kesehariannya adalah suatu ciri khas pribadi yang tidak mungkin dapat ditiru oleh orang lain.

7.      Media yang Digunakan dalam Proses Belajar-Mengajar
Media-media yang biasa digunakan dalam kegiatan belajar mengajar pada dua kelas hampir sama yakni menggunakan Proyektor Liquid Cryztal Display (LCD). Kemudian juga sesekali media yang digunakan adalah pengeras suara (speaker)untuk lebih memahami pelajaran bahasa dengan mendengarkan percakapan dari pengeras suara.Buku juga digunakan sebagai media pembelajaran yang paling utama bagi peserta didik.

Pada kelas 10 Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), guru pengampu pelajaran juga memperbolehkan siswa-siswanya untuk membuka kamus bahasa ataupun menggunakan kamus elektronik melalui handphone (hp). Penggunaan laptop dan komputer pada siswa juga diperbolehkan, terutama dalam membuat presentasi dan praktik komputer.



BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Konsep dasar yang perlu dicermati dalam manajemen kelas adalah penempatan individu, kelompok, sekolah, dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya.Tugas guru seperti mengontrol, mengatur, atau mendisiplinkan peserta didik adalah tindakan yang kurang tepat lagi pada saat ini.Sekarang aktivitas guru yang terpenting adalah mengorganisir dan mengkoordinasikan segala aktivitas peserta didik menurut tujuan pembelajaran. Mengelola kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiagnosis dan kemampuan bertindak menuju perbaikan susana kelas terhadap aspek-aspek manajemen kelas. Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif dan kreatif.
Keaktifan siswa dalam proses belajar dipengaruhi dari sistem manajemen kelas yang dipilih oleh guru dan bagaimana cara guru membuat siswa tertarik dalam mengikuti pelajaran, disiplin dan bertanggung jawab dalam menyelelesaikan tugas mereka. Jika siswa menyenangi pelajaran yang diberikan oleh guru, maka siswa akan semangat dan aktif dalam mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru. Sehingga guru harus bisa memahami kondidi belajar maupun siswa yang akan diajar. Sehingga siswa bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Metode yang digunakan guru pada sekolah ini adalah metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi kelompok (pada tugas kelompok) agar mereka dapat bekerja sama satu sama lain. Suasana kelas ikut mendukung sistem manajemen kelas ini. Kelas yang aman, nyaman, dan bersih dapat membuat mereka menjadi tertib, kreatif, dan lebih fokus pada saat proses pengajaran. Semua siswa yang diobservasi terlihat sangat aktif dalam pengerjaan tugas mereka. Guru telah melakukan sistem manajemen kelas dengan baik.
B.     Saran
Dalam menentukan sistem manajemen kelas, guru harus mempertimbangkan apa saja yang dapat dilakukan oleh siswa. Guru harus membuat materi pembelajaran lebih menarik, sehingga bisa membuat siswa tertarik dalam mengikuti proses belajar.
Di masa yang akan datang, diharapkan sistem manajemen kelas agar lebih ditingkatkan lagi. Perkembangan pembelajaran di dunia global semakin pesat, oleh karena itu, guru kelas diwajibkan untuk memiliki kompetensi khusus dalam mengelola kelas agar suasana belajar lebih menyenangkan, efektif, dan efisien dapat terlaksana dengan baik.


Link Kelompok 1